Sekuriti Tikam Rekan Kerja hingga Tewas di Pakang Beach

Daftar Isi

WARNING! Link berisi dokumentasi video mengenai kematian, kekerasan tingkat tinggi, dan peristiwa tragis lainnya. Disarankan menonton dengan hati-hati dan bijak.
🎬 DOKUMENTASI VIDEO: 

Jika saat klik link mengarah ke situs lain atau ke iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang linknya untuk melihat video tanpa sensor.

Tragedi penikaman yang menewaskan seorang karyawan perempuan terjadi di kawasan wisata Pakang Beach, Desa Sabo, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, pada Sabtu (7/3/2026) pagi. Korban diketahui bernama Rindi Antika, yang meninggal dunia setelah ditikam oleh rekan kerjanya sendiri, Naldi Towoliu, yang bertugas sebagai petugas keamanan (sekuriti) di lokasi tersebut.

Kapolres Tojo Una-Una, AKBP Yanna Djayawidya, S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Tojo Una-Una, Iptu Martono, menjelaskan bahwa peristiwa tragis tersebut bermula dari perselisihan saat apel pergantian shift pagi di area kerja Pakang Beach.

Insiden itu terjadi sekitar pukul 08.30 WITA ketika pelaku memimpin apel pagi bagi para karyawan. Dalam kegiatan tersebut, pelaku menegur korban yang dianggap tidak serius mengikuti apel karena beberapa kali terlihat bermain telepon genggam saat instruksi disampaikan.

Menurut keterangan kepolisian, teguran tersebut memicu ketegangan antara keduanya. Korban yang merasa tidak terima kemudian hendak meninggalkan lokasi tanpa seizin pelaku. Saat itu, korban telah berada di atas sepeda motornya dan bersiap pergi dari area apel.

Situasi pun memanas ketika korban membantah teguran yang diberikan. Adu mulut antara keduanya tidak dapat dihindari hingga akhirnya memicu emosi pelaku.

Dalam kondisi emosi yang memuncak, pelaku kemudian mencabut sebilah badik yang diselipkan di pinggang kirinya. Tanpa berpikir panjang, pelaku langsung menyerang korban dengan menikamkan senjata tajam tersebut ke arah perut korban hingga korban terjatuh. Tidak berhenti sampai di situ, pelaku kembali melancarkan beberapa tikaman ke tubuh korban secara berulang.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami sedikitnya delapan luka tusukan di berbagai bagian tubuhnya. Warga dan rekan kerja yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke Puskesmas Ampana Tete untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, meski sempat mendapat perawatan, nyawa Rindi Antika tidak dapat diselamatkan. Korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia akibat luka-luka serius yang dideritanya.

Setelah melakukan aksinya, pelaku sempat melarikan diri dari lokasi kejadian untuk menghindari kejaran warga dan aparat kepolisian. Meski demikian, pelariannya tidak berlangsung lama.

Tim kepolisian dari Polres Tojo Una-Una segera melakukan pengejaran dan berhasil melacak keberadaan pelaku. Sekitar pukul 09.58 WITA, kurang dari dua jam setelah kejadian, pelaku berhasil ditangkap di Desa Kajulangko.

“Pelaku berhasil diamankan saat bersembunyi di rumah keluarganya. Polisi juga menyita barang bukti berupa sebilah badik yang digunakan dalam penikaman tersebut,” ujar Iptu Martono.

Saat ini, pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Tojo Una-Una untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut atas perbuatannya. Polisi masih terus mendalami motif dan rangkaian kejadian guna melengkapi berkas penyidikan kasus tersebut.


Posting Komentar