Anak Bos Mafia Ukraina Diculik Dan Ditemukan Tewas Temutilasi di Bali, Para Pelaku Sempat Minta Tebusan Rp 168 Miliar
Daftar Isi
WARNING! Link berisi dokumentasi video mengenai kematian, kekerasan tingkat tinggi, dan peristiwa tragis lainnya. Disarankan menonton dengan hati-hati dan bijak.
Jika saat klik link mengarah ke situs lain atau ke iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang linknya untuk melihat video tanpa sensor.
Kasus hilangnya warga negara Ukraina, Igor Komarov (28), di kawasan Jimbaran, Kuta Selatan, Bali, memasuki babak tragis. Igor diduga menjadi korban penculikan sebelum akhirnya ditemukan tewas dalam kondisi termutilasi.
Igor Komarov disebut-sebut sebagai putra dari bos kriminal asal Ukraina, Oleksandr Petrovsky, yang dikenal dengan julukan “Narik”.
Dalam berbagai laporan media Eropa Timur, Petrovsky dikaitkan dengan jaringan kejahatan terorganisir lintas negara, termasuk dugaan operasi penipuan call center yang menyasar korban di Rusia dan berbagai negara lain selama lebih dari satu dekade.
“Tidak ada polisi, tidak ada teman mafia yang bisa menyentuhnya,” ujar suara pria dalam video yang beredar luas, memperlihatkan Igor dalam kondisi mengenaskan.
Misteri ini bermula dari laporan kehilangan Igor pada pertengahan Februari 2026. Ia terakhir terlihat pada Minggu malam, 15 Februari 2026, saat berlatih mengendarai sepeda motor bersama dua rekannya, Roman Salin (warga negara Rusia) dan Yermak, di Jalan Pura Batu Meguwung, Jimbaran. Menurut keterangan Yermak, mereka tiba-tiba diserang oleh sekelompok orang tak dikenal. Situasi menjadi kacau, dan ketika Roman kembali ke lokasi beberapa saat kemudian, Igor sudah tidak ada. Yang tertinggal hanya ponsel dan tas milik korban.
Beberapa hari setelah dinyatakan hilang, beredar sebuah video di media sosial yang memperlihatkan Igor dalam kondisi tertekan. Dalam rekaman tersebut, ia mengaku disekap di wilayah Kuta Selatan dan meminta keluarganya menyiapkan uang tebusan sebesar USD 10 juta atau sekitar Rp 168 miliar. Video itu sontak menghebohkan publik dan memunculkan dugaan kuat adanya aksi penculikan terencana.
Perkembangan mengejutkan terjadi pada Jumat (27/2/2026), ketika warga menemukan sejumlah potongan tubuh manusia di Muara Sungai Wos Teben, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Bagian tubuh tersebut ditemukan tersebar di sepanjang bibir pantai dan area muara sungai, mulai dari kepala, lengan, kaki hingga organ dalam.
Dugaan keterkaitan dengan kasus hilangnya Ihor menguat setelah aparat menemukan ciri fisik spesifik pada salah satu potongan tubuh, yakni tato bergambar Bunda Maria dan jam tangan yang masih melekat di lengan korban. Tato tersebut disebut memiliki kemiripan sekitar 80 persen dengan milik Igor berdasarkan dokumentasi yang beredar.
Tim gabungan dari Inafis Polda Bali, Satreskrim Polres Gianyar, dan Polsek Sukawati segera melakukan olah tempat kejadian perkara secara intensif. Seluruh potongan tubuh kemudian dievakuasi ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah untuk menjalani proses autopsi dan identifikasi forensik.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, membenarkan penemuan tersebut dan menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berspekulasi sebelum hasil pemeriksaan ilmiah keluar. Proses identifikasi kini difokuskan pada uji DNA, mengingat kondisi jenazah yang telah mengalami pembusukan. Tim Disaster Victim Identification (DVI) bersama Laboratorium Forensik Polda Bali telah mengambil sampel untuk dibandingkan dengan DNA keluarga korban di Ukraina.
Selain itu, penyidik juga mendalami kemungkinan lokasi pembunuhan yang diduga berbeda dari lokasi penemuan jasad. Aparat menelusuri rekaman CCTV di sekitar kawasan Jimbaran dan Kuta Selatan, serta melakukan penyisiran lanjutan di sepanjang garis pantai untuk memastikan tidak ada bagian tubuh lain yang tercecer.
Kasus ini masih dalam tahap pengembangan. Kepastian identitas korban menunggu hasil uji forensik secara menyeluruh, sementara polisi terus memburu para pelaku yang diduga terlibat dalam penculikan dan pembunuhan keji tersebut.

Posting Komentar