Tragis, Anggota Satpol PP Tewas Dibacok Saat Evakuasi ODGJ di Kebumen

Daftar Isi

REKAMAN VIDEO:

Jika saat klik link mengarah ke situs lain atau ke iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang linknya untuk melihat video tanpa sensor.

KEBUMEN — Sebuah insiden tragis mengguncang Desa Krakal, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Senin (2/2/2026). Seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) meninggal dunia setelah mengalami luka bacok di bagian leher saat menjalankan tugas mengevakuasi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang tengah mengamuk.

Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga, rekan kerja, dan masyarakat setempat. Di sisi lain, kejadian tersebut menyoroti tingginya risiko yang dihadapi petugas lapangan dalam menangani situasi darurat kemanusiaan, terutama ketika berhadapan dengan individu yang membawa senjata tajam.

Insiden bermula dari laporan warga yang resah terhadap seorang ODGJ yang bertindak agresif dan membawa senjata tajam di lingkungan permukiman. Warga khawatir keselamatan mereka terancam, sehingga aparat diminta segera turun tangan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Satpol PP diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan evakuasi. Rencananya, ODGJ tersebut akan dibawa ke fasilitas kesehatan jiwa agar mendapatkan perawatan medis yang diperlukan.

Namun situasi di lapangan berubah cepat dan tidak terkendali. Saat proses evakuasi berlangsung, korban tiba-tiba diserang. Senjata tajam yang dibawa pelaku mengenai bagian leher korban hingga menyebabkan luka serius dan pendarahan hebat.

Rekan-rekan korban berupaya memberikan pertolongan dan segera mengevakuasinya untuk mendapatkan bantuan medis. Namun, luka yang dialami korban terlalu parah. Ia dinyatakan meninggal dunia akibat kehilangan banyak darah sebelum sempat memperoleh penanganan lanjutan di rumah sakit.

Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk keperluan visum serta proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Pasca kejadian, aparat gabungan bergerak cepat mengamankan ODGJ yang mengamuk tersebut. Pelaku akhirnya berhasil dilumpuhkan dan dibawa ke fasilitas kesehatan jiwa guna mendapatkan penanganan medis dan pengawasan intensif.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya prosedur pengamanan yang lebih ketat serta dukungan perlindungan bagi petugas yang menangani kasus-kasus berisiko tinggi di lapangan.


1 komentar

Satria Baja Hitam
3 Februari 2026 pukul 14.57 Hapus
Seharusnya untuk penanganan ODGJ yang agresif seperti ini harus menggunakan pistol kejut listrik ataupun senapan bius, bukan hanya dengan bambu yang sudah rapuh seperti itu, apalagi ODGJ membawa Sajam. Dimana SOP Instansi tersebut?