15 Fakta Baru Epstein Files
Sejumlah fakta baru mencuat setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) merilis jutaan dokumen terkait kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Berkas-berkas tersebut mencakup ribuan halaman dokumen, sekitar 180.000 gambar, serta 2.000 video yang dikumpulkan selama lebih dari satu dekade. Nama-nama tokoh dunia, pengusaha besar, hingga isu geopolitik global ikut terseret dalam dokumen yang kini dikenal luas sebagai “Epstein Files”.
Jeffrey Epstein sendiri sebelumnya pernah dihukum pada 2008 atas kasus eksploitasi seksual terhadap anak di bawah umur. Pada 2019, ia ditemukan meninggal dunia di sel tahanan New York saat menunggu persidangan atas dakwaan perdagangan seks. Pihak berwenang menyatakan ia meninggal karena bunuh diri, meski kematiannya hingga kini masih memicu berbagai spekulasi.
Berikut 15 fakta penting yang muncul dari dokumen tersebut:
1. Nama Indonesia Disebut 902 Kali
Dalam dokumen yang dirilis, Indonesia disebut setidaknya 902 kali. Penyebutannya beragam, mulai dari laporan ekonomi, pengiriman barang, invoice, hingga briefing investasi global. Sejumlah laporan dari lembaga keuangan besar seperti Deutsche Bank dan JP Morgan turut menyinggung kondisi ekonomi Indonesia, termasuk dinamika politik seperti pemilihan presiden 2014. Nama pengusaha Indonesia juga muncul dalam laporan FBI berstatus tidak rahasia.
2. Bali Masuk dalam Kumpulan Foto dan Dokumen
Pulau Bali disebut dalam sejumlah file, termasuk rangkaian foto dengan nama file seperti “Bali09.JPG” hingga “Bali50.JPG”. Foto-foto tersebut memperlihatkan lanskap pantai, pura, resor mewah, hingga aktivitas di pesisir.
Berdasarkan dokumen yang beredar, terdapat satu berkas dengan nomor file EFTA00129111 yang menampilkan foto seorang wanita. Di bawah foto tersebut, terdapat keterangan eksplisit berbunyi "Before a group/gang training exercise in Bali".
Beberapa foto juga merekam aktivitas di pesisir pantai dan interaksi dengan warga lokal. Namun, dokumen ini tidak merinci secara detail mengenai tanggal pengambilan foto tersebut.
Dari kualitas visual dan format penyimpanan, foto-foto ini diduga diambil pada periode tahun 2000-an. Nama-nama seperti "Brunei00.JPG" juga terlihat di bagian bawah halaman dokumen, menunjukkan adanya rangkaian perjalanan di wilayah Asia Tenggara.
Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai relevansi langsung foto-foto tersebut dengan tindak pidana Epstein.
3. Email Epstein dan Rothschild Soal Hitler
Dokumen memuat pertukaran email antara Epstein dan Ariane de Rothschild pada 2018. Keduanya membahas klaim bahwa Adolf Hitler pernah tinggal di tempat penampungan yang didanai keluarga kaya Yahudi. De Rothschild menyebut narasi tersebut sebagai teori konspirasi, sementara Epstein mengklaim kisah itu akurat. Dokumen juga menunjukkan adanya transaksi bisnis senilai US$25 juta antara perusahaan Epstein dan Grup Rothschild pada 2015.
4. Simulasi Pandemi Tahun 2017
Email tertanggal 3 Maret 2017 menunjukkan Epstein mengirim proposal kepada Bill Gates terkait sejumlah topik, termasuk simulasi pandemi, neuroteknologi, data kesehatan digital, dan ekonomi kesehatan. Simulasi pandemi ini disebut terjadi tiga tahun sebelum Covid-19 muncul. Namun tidak ada bukti dalam dokumen bahwa simulasi tersebut berkaitan dengan munculnya pandemi global.
5. Pembahasan Khashoggi dan Timur Tengah
Epstein bertukar pesan beberapa hari setelah pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi pada 2018. Dalam korespondensi itu, ia menyebut kemungkinan adanya manuver politik antara Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) dan penguasa UEA Mohammed bin Zayed (MBZ). Pernyataannya memicu perhatian karena menyentuh isu geopolitik sensitif.
6. Komunikasi dengan Elon Musk
Email tahun 2012 menunjukkan komunikasi antara Epstein dan Elon Musk, termasuk pembahasan undangan ke pulau pribadi Epstein. Musk kemudian menyatakan ia menolak undangan tersebut dan tidak memiliki keterlibatan dalam aktivitas ilegal Epstein.
7. Klaim Soal Bill Gates
Beberapa email memuat tuduhan terkait kehidupan pribadi Bill Gates. Namun juru bicara Gates membantah keras tuduhan tersebut dan menyebutnya tidak berdasar. Tidak ada bukti hukum yang mendukung klaim tersebut.
8. Kiriman Potongan Kiswah Ka’bah
Dokumen menunjukkan Epstein menerima potongan kiswah, kain penutup Ka’bah, yang dikirim melalui perantara dari UEA pada 2017. Email menggambarkan proses pengiriman dan makna religius kain tersebut. Tidak dijelaskan alasan pengiriman maupun hubungannya dengan perkara pidana.
9. Memo FBI soal Kelompok Agama Yahudi dan Politik AS
Sebuah memo FBI menyebut klaim dari sumber rahasia terkait dugaan pengaruh kelompok tertentu terhadap politik AS, termasuk nama Jared Kushner. Namun isi memo tersebut berupa laporan sumber dan belum diverifikasi sebagai fakta hukum.
10. Dugaan Kaitan dengan Mossad
Beberapa dokumen memuat klaim dari sumber bahwa Epstein memiliki hubungan dengan intelijen Israel. Namun tidak ada bukti resmi yang mengonfirmasi bahwa ia benar-benar agen Mossad. Tuduhan ini masih bersifat klaim dalam laporan sumber.
11. Hubungan dengan Pangeran Inggris
Dokumen kembali menyoroti hubungan Epstein dengan Pangeran Andrew. Email dan foto yang beredar menunjukkan kedekatan sosial keduanya. Pangeran Andrew sebelumnya telah membantah mengetahui atau terlibat dalam aktivitas ilegal Epstein.
12. Nama Richard Branson
Pendiri Virgin Group, Richard Branson, disebut dalam korespondensi email tahun 2013. Pihak Virgin menegaskan interaksi tersebut terbatas pada pertemuan sosial dan kegiatan amal, serta tidak ada hubungan dengan tindakan kriminal.
13. Pembayaran ke Rekening Terkait Politikus Inggris
Dokumen menunjukkan pembayaran sebesar US$75.000 ke rekening yang dikaitkan dengan Lord Mandelson pada awal 2000-an. Belum ada temuan hukum yang menyatakan pembayaran tersebut terkait tindak pidana.
14. Trump Disebut Ratusan Kali
Nama Donald Trump muncul ratusan kali dalam dokumen, termasuk laporan dan tuduhan yang disampaikan ke FBI. DOJ menyatakan sebagian klaim tersebut tidak berdasar dan belum terbukti secara hukum.
15. Negosiasi Sebelum Kematian Epstein
Kurang dari dua minggu sebelum meninggal, pengacara Epstein disebut bertemu jaksa federal untuk membahas kemungkinan kerja sama. Pertemuan itu terjadi pada 29 Juli 2019. Beberapa hari kemudian, Epstein ditemukan meninggal dunia di selnya.
Rilis dokumen ini kembali membuka diskusi luas mengenai jaringan sosial, politik, dan bisnis Epstein yang melibatkan banyak tokoh berpengaruh dunia. Meski banyak nama besar disebut, tidak semua penyebutan berarti keterlibatan dalam tindak pidana. Sejumlah informasi masih berupa klaim, laporan sumber, atau korespondensi yang belum tentu mengandung unsur pelanggaran hukum.
Kasus Epstein tetap menjadi salah satu skandal paling kontroversial, dengan dampak yang melampaui ranah hukum hingga menyentuh isu geopolitik, kekuasaan, dan transparansi.
Sumber: CNBC Indonesia, justice.gov, jmail.world



Posting Komentar