The Ms Pacman Video

Daftar Isi
WARNING! Tautan berikut berisi dokumentasi video yang menampilkan tindakan kekerasan ekstrem.
DOKUMENTASI VIDEO:

Jika saat klik link mengarah ke situs lain atau ke iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang linknya untuk melihat video tanpa sensor.

GUATEMALA — Pada Senin, 29 Oktober 2018 malam, sebuah tragedi mengerikan terjadi di La Isla del Norte, San Miguel, Chisec, Alta Verapaz, Guatemala. Alejandra Ico Chub (32) tewas setelah diserang secara brutal oleh suaminya sendiri di dalam rumah mereka. Peristiwa itu terjadi di kamar tidur, tempat yang seharusnya menjadi ruang aman bagi seorang istri dan ibu.

Menurut keterangan warga sekitar, teriakan minta tolong Alejandra memecah kesunyian malam. Para tetangga yang panik segera mendatangi rumah tersebut dan menemukan korban dalam kondisi sangat mengenaskan, namun masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Dengan sisa tenaga yang ada, Alejandra tampak menggerakkan kakinya dan berusaha menyampaikan sesuatu melalui tatapan mata dan gerakan kepalanya, sambil terus mengeluhkan rasa sakit yang luar biasa. Tangis histeris warga yang menyaksikan kejadian itu terekam dalam video yang kemudian beredar luas di media sosial, memicu kemarahan dan duka mendalam dari masyarakat. Dari sinilah julukan "Ms Pacman Video" itu muncul. Sebab, dalam rekaman video menampilkan wajah korban yang terluka sangat parah hingga seolah menyerupai emot pacman.

Lokasi kejadian yang terpencil membuat pertolongan dari pihak berwenang dan tenaga medis sulit dijangkau dengan cepat. Warga menyebutkan bahwa Alejandra berada dalam kondisi kritis selama lebih dari 30 menit tanpa bantuan memadai, hingga akhirnya mengembuskan napas terakhirnya.

Usai melakukan perbuatannya, pelaku yang diketahui bernama Mario Tut Ical melarikan diri. Ia sempat buron selama hampir empat hari. Pada Kamis berikutnya, aparat berhasil menangkapnya di desa Las Muñecas, Ixcán, Quiché, saat ia diduga hendak melarikan diri ke Meksiko.

Saat diamankan, Mario Tut Ical mengakui perbuatannya. Dengan nada datar, ia mencoba membenarkan tindakannya dengan menuduh istrinya tidak setia. Ia mengklaim bahwa Alejandra berbohong soal tujuannya keluar rumah dan menyebut rasa cemburu sebagai pemicu utama. Ia juga menyatakan tidak berada di bawah pengaruh alkohol maupun obat-obatan saat melakukan aksi tersebut.

Hingga kini, Mario Tut Ical masih mendekam di penjara dan menjalani proses hukum atas kejahatan yang dilakukannya. Kasus ini menjadi salah satu potret kelam kekerasan dalam rumah tangga yang mengguncang masyarakat Guatemala dan mengundang kecaman luas terhadap tindak femisida.

Posting Komentar