Brutal! Pria di Situbondo Bacok Istri Yang Sedang Hamil Muda, Sejumlah Warga dan Anak 7 Tahun Ikut Jadi Korban
SITUBONDO — Aksi kekerasan beruntun menggemparkan Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Minggu (1/2/2026). Seorang pria bernama Taufik (25), warga Desa Langkap, diduga melakukan serangkaian tindak brutal yang menyebabkan istrinya mengalami luka parah dan banyak warga lain yang terluka, termasuk seorang anak berusia tujuh tahun.
Peristiwa bermula pada dini hari ketika Taufik terlibat pertengkaran dengan istrinya, Sucik (23), yang sedang mengandung dua bulan. Pertengkaran dipicu persoalan kebutuhan ekonomi rumah tangga. Emosi pelaku memuncak hingga ia nekat menyerang istrinya menggunakan senjata tajam di sekitar area pabrik arang, Desa Langkap. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka serius di bagian wajah dan tangan. Setelah sempat mendapatkan penanganan medis, Sucik akhirnya dirujuk ke RSU dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut.
Tak berhenti di situ, Taufik kemudian melanjutkan aksinya ke sejumlah lokasi berbeda. Ia diduga menyerang beberapa tetangga dengan senjata tajam, mengakibatkan sejumlah warga mengalami luka-luka. Salah satu korban diketahui masih berusia sekitar tujuh tahun. Selain melakukan penganiayaan, pelaku juga merusak rumah warga dengan memecahkan kaca dan melakukan aksi kekerasan secara berpindah-pindah, mulai dari Jalan Madura Dusun Pecinan (Gudang Arang) RT III RW III hingga Dusun Rawan, Desa/Kecamatan Besuki.
Dalam rangkaian kejadian tersebut, Taufik juga diduga mencuri sepeda motor milik warga. Pelariannya berlanjut ke rumah ayahnya, Sam (50). Kepada sang ayah, ia mengaku sedang berselisih dengan seseorang. Keduanya kemudian mendatangi rumah warga lain yang berujung pada aksi pengeroyokan dan penganiayaan kembali. Saat korban berusaha mengambil kembali sepeda motornya, situasi semakin memanas. Sam diduga ikut memukul korban, sementara Taufik kembali melukai korban dengan senjata tajam.
Rangkaian kekerasan yang terjadi dalam waktu berdekatan itu memicu kemarahan warga. Setelah melakukan aksinya, Taufik sempat bersembunyi di rumah salah satu tetangganya. Warga yang geram kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Besuki.
“Karena Taufik membacok istri dan puluhan tetangganya, saya langsung melaporkan kasus pembacokan ini ke Polsek Besuki,” ujar Gani, salah seorang tetangga pelaku.
Mendapat laporan tersebut, petugas gabungan Polsek Besuki dan tim opsnal Polres Situbondo bergerak cepat ke lokasi. Dalam waktu singkat, pelaku berhasil diamankan di tempat persembunyiannya. Namun saat hendak dibawa ke mobil petugas, puluhan warga sempat mencoba menghakimi pelaku sehingga situasi menjadi ricuh. Seorang anggota tim opsnal Polres Situbondo dilaporkan sempat terkena pukulan saat mengamankan tersangka. Berkat pengamanan ketat, Taufik akhirnya berhasil dievakuasi ke Mapolres Situbondo untuk mencegah aksi main hakim sendiri.
Kasatreskrim Polres Situbondo AKP Agung Hartawan membenarkan penangkapan tersebut. Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa pisau, celurit, parang, potongan kayu, serta satu unit sepeda motor yang diduga hasil pencurian.
“Sam (50), orang tua pelaku, juga langsung menyerahkan diri ke Mapolres Situbondo karena ikut memukul salah satu korban yang sebelumnya dibacok Taufik,” kata AKP Agung Hartawan, Senin (2/2/2026).
Saat ini, bapak dan anak tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Satreskrim Polres Situbondo. Keduanya dijerat dengan pasal berlapis terkait KDRT, penganiayaan berat, pengeroyokan, pencurian, dan perusakan.
“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pelaku langsung kami tahan di Mapolres Situbondo. Proses hukum akan dilakukan secara tegas, profesional, dan transparan,” pungkas AKP Agung Hartawan.

Posting Komentar