Longsor di Cisarua Bandung Barat, Puluhan Rumah Tertimbun dan Puluhan Warga Hilang
BANDUNG BARAT — Longsor menerjang wilayah Kabupaten Bandung Barat pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026, sekitar pukul 03.00 WIB. Bencana itu terjadi saat sebagian besar warga masih terlelap. Tanah yang labil karena diguyur hujan deras di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, tiba-tiba ambles dan bergerak deras, menyeret apa pun yang berada di jalurnya. Sekitar 30 rumah tertimbun material longsoran, menyisakan puing dan lumpur tebal di lokasi yang sebelumnya merupakan kawasan permukiman warga.
Suasana mencekam menyelimuti area terdampak begitu pagi datang. Tim SAR gabungan bersama aparat kepolisian segera melakukan proses evakuasi di tengah kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Hujan yang masih turun dan tanah berlumpur menjadi tantangan besar dalam pencarian korban.
Polda Jawa Barat mencatat sedikitnya sepuluh kantong jenazah telah dibawa ke pos Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi. Dari jumlah tersebut, enam jenazah telah berhasil diidentifikasi. Satu kantong berisi bagian tubuh, sementara tiga lainnya masih dalam proses pendalaman.
Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, menjelaskan bahwa tim DVI terus bekerja secara teliti mencocokkan data ante-mortem dan post-mortem. Beberapa bagian tubuh berhasil dikenali melalui pembanding sidik jari. “Bagian tubuh berupa tangan sudah dapat diidentifikasi karena memiliki pembanding sidik jari. Sementara bagian tubuh berupa kaki dan lainnya masih dalam proses identifikasi melalui ante-mortem dan post-mortem,” ujarnya.
Proses pencarian korban masih berlangsung hingga Sabtu sore. Namun, cuaca ekstrem di lokasi kejadian menjadi kendala utama bagi tim di lapangan. Berdasarkan laporan terakhir dari posko pengaduan pada pukul 16.00 WIB, sekitar 71 orang masih dilaporkan hilang. Angka tersebut menunjukkan besarnya dampak yang ditimbulkan oleh bencana ini bagi masyarakat setempat.
Di tengah upaya pencarian dan identifikasi korban, Polda Jabar juga menyalurkan bantuan logistik kepada para penyintas. Bantuan berupa sembako didistribusikan untuk meringankan beban warga yang kehilangan tempat tinggal. Selain itu, dapur lapangan didirikan guna memastikan kebutuhan makanan bagi para pengungsi dapat terpenuhi selama masa tanggap darurat berlangsung.
Hingga kini, tim gabungan terus berjibaku dengan waktu dan kondisi alam untuk menemukan korban yang masih hilang, sembari memastikan para penyintas mendapatkan perlindungan dan bantuan yang memadai.

Posting Komentar