ABK Kapal Sabuk Nusantara 105 Ditemukan Tewas Gantung Diri
Daftar Isi
BITUNG — Wahyu Prasetyo (33), kepala kamar mesin Kapal Perintis KM Sabuk Nusantara 105, ditemukan meninggal dunia ganting diri di atas kapal yang tengah bersandar di Kompleks Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara, Rabu (14/01/2026).
Kapten KM Sabuk Nusantara 105, Yanus Thomas Nafie, menjelaskan bahwa korban terakhir kali terlihat beraktivitas sekitar pukul 09.00 Wita. Saat itu, Wahyu masih menjalankan tugas seperti biasa di atas kapal.
Sekitar pukul 10.00 Wita, Yanus mencoba menghubungi Wahyu melalui telepon untuk mempersiapkan pengisian bahan bakar minyak (BBM) sebagai persiapan keberangkatan kapal menuju Tifure. Namun, panggilan tersebut tidak mendapat respons.
“Saya menghubungi korban untuk melakukan persiapan pengisian BBM, karena rencananya kapal akan berangkat ke Tifure. Namun, tidak ada respons dari korban,” ujar Yanus.
Merasa curiga karena Wahyu tidak bisa dihubungi, Yanus kemudian meminta sejumlah anak buah kapal (ABK) untuk melakukan pengecekan ke kamar korban. Dari luar, mereka mendapati jendela kamar Wahyu tertutup rapat.
“Karena tidak ada jawaban dan kondisi kamar tertutup, saya langsung menyuruh ABK untuk membobol pintu kamar korban,” lanjut Yanus.
Setelah pintu berhasil dibuka, Wahyu Prasetyo ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di dalam kamarnya.
Sementara itu, tunangan korban, Sity Sulaika, mengungkapkan bahwa dirinya sempat bertengkar dengan Wahyu melalui sambungan telepon sekitar pukul 08.00 Wita pada hari yang sama. Usai pertengkaran tersebut, Sity mencoba kembali menghubungi Wahyu, namun tidak mendapat balasan.
“Saya sangat terkejut dan shock saat mendapat kabar bahwa Wahyu meninggal dunia dengan cara gantung diri,” kata Sity dengan nada sedih.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Samudera (KPS) Bitung, Iptu Harly Buida, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan bersama tim medis.
Berdasarkan hasil Visum Et Repertum (VER) yang dilakukan oleh dokter forensik, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ada indikasi kekerasan. Kematian korban dinyatakan bukan akibat tindak kriminal,” jelas Iptu Harly.
Saat ini, jenazah Wahyu Prasetyo tengah dipersiapkan untuk diberangkatkan ke Jakarta guna diserahkan kepada pihak keluarga.

Posting Komentar